Gol-Gol Spektakuler 2019

Gol-Gol Spektakuler 2019

Sepak bola yang menarik selalu identik dengan gol, membuat pertandingan sepak bola lebih hidup dan meriah. Pertandingan yang berjalan tanpa gol sama sekali tidak enak untuk disaksikan.

Ibarat makan sayur tanpa garam, hambar. Berikut ini disajikan beberapa gol spektakuler yang tersaji berkat kerja sama tim yang baik atau aksi individual yang mengagumkan.

Pertandingan yang Menyajikan Gol-Gol Spektakuler Tahun 2019

Setiap gol terjadi berkat kerja sama tim yang apik atau kelihaian pemain untuk menempatkan bola ke gawang lawan. Apalagi jika gol tercipta di menit-menit krusial dan menjadi penentu skor akhir pertandingan. Atau gol yang tercipta melalui aksi akrobatik pemain di lapangan.

Oleh karena itu, berikut ini adalah rangkuman beberapa gol indah dan spektakuler yang tercipta di tahun 2019

  • Gol Lionel Messi, FC Barcelona (3) vs Liverpool (0)

Pertandingan kedua tim ini berlangsung di Camp Nou, kandang barcelona saat leg pertama semifinal Liga Champion Eropa. Ketika babak kedua berlangsung dengan skor sementara 2-0, Lionel Messi menciptakan gol indah melalui tendangan bebas dari jarak yang cukup jauh.

Proses terjadinya tendangan bebas sangat mendebarkan.

Seluruh penonton yang menyaksikan melakukan “Viking Clap” sembari menunggu Messi melepaskan tendangan bebas.

Benar saja, sesaat setelah “Viking Clap” dari penonton berhenti, bola ditendang Messi dan melesat masuk ke pojok kiri atas gawang Liverpool. Gol itu disambut meriah oleh supporter FC Barcelona dan merubah skor menjadi 3-0.

  • Gol Divock Origi, Liverpool (4) vs Barcelona (0)

Kali ini Liverpool berhasil membalas kekalahan di kandang Barcelona saat leg kedua semifinal Liga Champion Eropa berlangsung di Anfield. Sebuah gol spektakuler terjadi di babak kedua, diciptakan oleh Divock Origi.

Yang menjadi sorotan adalah proses gol yang terjadi bermula dari sepak pojok yang dilakukan oleh Alexander Arnold. Sepak pojok ini terkesan “curang” dan penuh “kontroversi”, karena sepak pojok diambil saat pemain Barcelona sedang lengah.

Namun, Divock Origi tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menuntaskan umpan Alexander Arnold, dan merubah kedudukan menjadi 4-0 (agregat 4-3). Hasil tersebut sukses membuat comeback Liverpool terjadi setelah tertinggal 3-0 di leg pertama dan lolos ke final.

  • Gol Andros Townsend, Manchester City (2) vs Crystal Palace (3)

Pertandingan ini berlangsung di Etihad Stadium, kandang Manchester City. Gol Andros Townsend merupakan gol penentu skor akhir dan diciptakan secara spektakuler melalui tendangan “first time” ke pojok kiri atas gawang Manchester City.

  • Gol Gervinho, Parma (2) vs Cagliari (0)

Dari lanjutan Serie A Italia, terjadi gol spektakuler yang diciptakan oleh Gervinho. Gol ini tercipta berkat “solo dribbling” Gervinho sejauh 2/3 lapangan, lalu melewati 3 pemain bertahan Cagliari, baru kemudian mencetak gol indah ke gawang, dan merubah skor akhir menjadi 2-0.

  • Toronto (5) vs LA Galaxy (3)

Dari lanjutan MLS Amerika Serikat, Zlatan Ibrahimovic mencetak gol indah ke gawang Toronto FC. Gol ini dicetak Ibrahimovic secara akrobatik melalui “scorpion kick” setelah menerima umpan lambung dari rekan satu timnya.

Namun sayang, gol ini tidak dapat menyelamatkan LA Galaxy dari kekalahan.

  • Gol Radja Nainggolan, Inter Milan (1) vs Juventus (1)

Duel antara Inter Milan vs Juventus, diwarnai dengan gol spektakuler Radja Nainggolan. Gol ini berawal dari kerja sama tim dan dituntaskan oleh Radja Nainggolan melalui tendangan “first time” setelah menerima umpang lambung dari rekan satu timnya.

Gol yang dilakukan oleh Radja Nainggolan merupakan gol penyama kedudukan yang menggagalkan kemenangan Juventus.

  • Gol Lionel Messi, Real Betis (1) vs Barcelona (4)

Julukan “The Greatest Of All Time” memang layak disematkan pada Lionel Messi. Pasalnya, Messi mencetak gol indah ke gawang Real Betis, pada lanjutan La Liga Spanyol.

Baca Juga : Tips Memilih Kacamata Berdasarkan Bentuk Wajah

Gol tersebut dicetak Messi dengan cara men-chip atau me-lob bola ke gawang, yang tak mampu dihadang kiper Real Betis. Messi melakukannya dengan santai seperti sedang latihan, padahal sangat sulit untuk membuat tendangan seperti itu tanpa latihan berkali-kali.