Pelajaran Berharga dari Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Buku Sebuah Seni

Sebuah buku biasanya akan menyampaikan pesan dalam setiap ceritanya. Penulis bisa menyampaikannya secara tersurat maupun tersirat.

Pesan ini bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi pembaca novel tersebut untuk meniru atau menjadi lebih baik dari tokoh yang digambarkan dalam cerita.

Sama halnya dengan Mark Manson yang mengarang buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat. Beliau hendak mengajarkan bagaimana caranya agar bisa menjalani hidup yang bahagia dalam cerita novelnya.

Pelajaran berharga dari buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Merupakan sebuah buku terjemahan dengan judul aslinya The subtle art of not giving a fuck yang menjadi New York best seller. Dalam bukunya, Mark menuliskan beberapa pelajaran penting untuk diingat oleh pembacanya, yakni cara menjalani hidup dengan bahagia.

Lalu, apa saja pelajaran yang disampaikan oleh Mark Manson? Untuk mengetahui lebih jelasnya, simak ulasan di bawah ini.

  1. Hak Bahagia Setiap Individu

Dalam buku ini, Mark menjelaskan makna dari bahagia sebenarnya yang bisa dirasakan oleh lahir dan batinnya. Menurutnya, bahagia hanya bisa didapatkan apabila Kita bersikap bodo amat dan juga mengabaikan fokus pada hal-hal yang tidak memiliki manfaat untuk hidup ini.

  1. Abaikan Pikiran Mengenai Hal yang Mengganggu

Untuk hidup bahagia, terkadang Kita harus menyingkirkan pikiran-pikiran buruk yang mengganggu. Buang jauh-jauh pikiran itu sebelum ia menguasai isi pikiran Kita.

Hal-hal mengganggu yang seharusnya tidak dipikirkan ini hanya akan menjadi beban pikiran jika tidak dibuang. Hal ini yang pada akhirnya dapat menimbulkan stres dan juga depresi.

  1. Fokus pada Hal yang Membuat Bahagia

Fokus pada hal-hal yang tidak perlu bisa menghambat Anda merasa bahagia. Menurutnya, bahagia tidak diukur berdasarkan dengan kekaguman orang lain terhadapnya, kesuksesan yang berhasil diraih, mendapat gelar terbaik, selalu merasa baik-baik saja, ataupun menjadi sempurna di mata orang lain.

Bahagia yang sesungguhnya hanyalah ketika Anda bisa melakukan hal yang Anda inginkan dan sukai.

Sederhana memang, tapi hal ini cukup manjur untuk membuat hati dan pikiran seakan-akan tidak memiliki beban dan selalu merasa bebas tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

  1. Kenali Diri Sendiri

Kadang untuk menjadi bahagia, Kita merasa menjadi orang lain merupakan pilihan yang paling baik untuk dipilih. Namun ternyata statement ini salah benar untuk diterapkan di dunia nyata.

Memang hal tersebut dapat membuat bahagia, tapi hal itu hanyalah sementara. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika Anda menjadi diri Anda sendiri.

Lihat Juga : Deretan Karya Sastra Bahasa Lokal Raih Anugrah Rancagé

Sebanyak apapun Anda mencoba menjadi orang lain untuk ‘mencicipi’ kehidupan orang tersebut, Anda akan kembali kepada pribadi Anda sendiri, yang apa adanya tanpa harus menuntut banyak hal pada diri sendiri.

  1. Bersikap Cuek

Bersikap cuek terkadang diperlukan untuk menunjukkan ketidakpedulian Kita terhadap hal-hal yang mengganggu pikiran. Bersikap cuek tidak selalu berarti tidak peduli dengan sekitarnya, tetapi juga merepresentasikan kecintaan Kita pada diri sendiri agar tidak lagi fokus kepada hal yang mengganggu.

  1. Bahagia itu Sederhana

Pahami dengan benar bahwa bahagia merupakan hal yang sederhana untuk didapat. Tidak hanya dengan mencintai diri sendiri, bahagia bisa kita dapat dengan melakukan hal yang disukai atau sekadar bersama dengan orang terkasih.

Karena bahagia itu tidak selalu dapat diukur dari materi yang ada, tapi juga didasarkan pada kecocokan antara hati dan juga pikiran dari orang yang menjalaninya.

Pada akhirnya, kebahagiaan bisa muncul setelah Kita menemukan jati diri sendiri dan juga berhasil menyingkirkan hal yang tidak terlalu memiliki pengaruh dalam hidup.